Oviedo (KABARIN) - Spanyol mencatat sedikitnya 1.028 kematian yang dikaitkan dengan suhu panas ekstrem sepanjang Juni 2026, menjadikannya rekor tertinggi sejak sistem pencatatan dimulai pada 2015.
Data tersebut dirilis melalui sistem pemantauan kematian harian Kementerian Kesehatan Spanyol pada Rabu. Angka itu menunjukkan lonjakan signifikan dibandingkan rekor sebelumnya yang terjadi pada Juni 2017 dengan sekitar 1.000 kematian terkait panas.
Perhitungan tersebut didasarkan pada estimasi excess mortality, yaitu perbandingan antara jumlah kematian aktual dan perkiraan normal pada periode tertentu, bukan berdasarkan sertifikasi medis langsung yang menyebut panas sebagai penyebab kematian utama.
Kelompok lanjut usia menjadi yang paling terdampak. Dari total korban, 1.022 orang berusia 65 tahun ke atas, termasuk 720 orang berusia 85 tahun atau lebih. Sementara itu, satu kematian tercatat pada kelompok usia di bawah 15 tahun.
Secara wilayah, kasus terbanyak terjadi di kawasan Mediterania dan bagian utara Spanyol yang relatif kurang terbiasa dengan suhu panas ekstrem berkepanjangan. Wilayah Catalonia mencatat 218 kematian, disusul Basque Country dengan 147 kematian.
Lonjakan kasus mulai terlihat sekitar 21 Juni, ketika gelombang panas ekstrem melanda dan bertahan hingga akhir bulan.
Badan meteorologi Spanyol, AEMET, menyebut Juni 2026 sebagai bulan Juni terpanas kedua sejak pencatatan dimulai pada 1961. Suhu rata-rata tercatat 3,2 derajat Celsius di atas normal periode 1991–2020, dengan hanya Juni 2025 yang lebih panas.
AEMET juga mencatat bahwa 13 bulan Juni terpanas sejak 1961 terjadi pada abad ke-21, yang memperkuat tren pemanasan jangka panjang yang dikaitkan dengan perubahan iklim global.
Meski mencatat rekor untuk bulan Juni, periode tersebut bukan yang paling mematikan dalam sejarah gelombang panas di Spanyol. Sebelumnya, tercatat 2.217 kematian pada Juli 2022 dan 2.184 kematian pada Agustus tahun lalu.
Otoritas meteorologi juga memperingatkan bahwa gelombang panas baru berpotensi kembali terjadi dalam beberapa hari ke depan, dengan massa udara panas yang diperkirakan melintas dan meningkatkan suhu siang maupun malam secara signifikan.
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026